1 Ayub meneruskan uraiannya, katanya, "Demi Allah yang hidup, yang tak memberi keadilan kepadaku
3 aku bersumpah: Selama Allah masih memberi napas kepadaku, selama nyawa masih ada dalam badanku
4 bibirku tak akan menyebut kata dusta, lidahku tak akan mengucapkan tipu daya
5 Jadi, tak mau aku mengatakan bahwa kamu benar; sampai mati pun kupertahankan bahwa aku tak cemar
6 Aku tetap berpegang kepada kepatuhanku, dan hati nuraniku pun bersih selalu
7 Semoga musuhku dihukum sebagai pendurhaka, dan lawanku dihajar sebagai orang durjana
8 Adakah harapan bagi orang dursila pada saat Allah menuntut jiwanya
9 Apakah Allah akan mendengar tangisnya bilamana kesulitan menimpa dia
10 Seharusnya ia merindukan kesenangan dari Allah, dan berdoa kepada-Nya tanpa merasa lelah
11 Kamu akan kuajari tentang besarnya kuasa Allah, kuberitahukan kepadamu rencana Yang Mahakuasa
12 Tetapi, kamu semua telah melihatnya sendiri. Jadi, mengapa kamu berikan nasihat yang tak berarti?
13 Maka berkatalah Zofar, "Beginilah caranya Allah Yang Mahakuasa menghukum orang yang lalim dan durhaka
14 Jika anaknya banyak, mereka akan mati dalam perang dan anak cucunya akan hidup berkekurangan
15 Sanaknya yang masih ada, mati karena wabah, dan janda-jandanya tidak menangisi mereka
16 Boleh saja peraknya bertimbun-timbun dan pakaiannya bersusun-susun
17 tetapi perak dan pakaian itu semua akan menjadi milik orang yang tulus hatinya
18 Rumah orang jahat rapuh seperti sarang laba-laba, hanya rumah sementara seperti gubug seorang penjaga
19 Ia membaringkan diri sebagai orang kaya, tetapi ia tak dapat mengulanginya, ketika ia bangun dari tidurnya, sudah hilang lenyaplah kekayaannya
20 Kedahsyatan menimpa seperti air bah yang datang tiba-tiba. Angin ribut di malam hari meniup dan menyeret dia pergi
21 Angin timur mengangkat dia, dan menyapunya dari rumahnya
22 Ia dilanda tanpa kasihan, dan terpaksa lari mencari perlindungan
23 Jatuhnya disambut orang dengan tepuk tangan; di mana-mana ia mendapat penghinaan.